2014/01/23
Ketika kemarau panjang terjadi maka hal yang paling diharapkan datang adalah hujan, nah diberbagai belahan negara di dunia ini ternyata ada beberapa ritual untuk memanggil hujan tentunya hal ini dilakukan dengan cara yang berbeda beda.

Nah kamu mau tahu seperti apa ritual untuk memanggil hujan diberbagai belahan dunia ini simak ulasanya berikut ini:


1. Teru teru Bozu, Jepang



Di Jepang ada sebuah cara yang cukup unik untuk memangil hujan dengan menggunakan sebuah boneka yang digantung didepan rumah biasa hujan akan turun, nah boneka ini sendiri bisa dikenal sebagai Teru teru Bozu. Boneka ini terbuat dari kain dengan bagian kepala berbentuk bulat. Jika ingin cepat hujan biasa orang orang Jepang mengantung boneka ini dengan posisi terbalik sebaliknya jika ingin cuaca cerah maka boneka ini digantung tidak terbalik.

2. Rain dance, Amerika



The Native American rain dance merupakan suatu ritual di bagian barat daya Amerika karena selama musim panas di sana akan mengalami musim kering yang panjang. Rain dance dilakukan oleh pria dan wanita. Mereka melaksanakan ritual tersebut pada pertengahan hingga akhir Agustus, di mana waktu tersebut adalah bulan yang terkering. Mereka memakai kostum khusus dan mulai menari dengan harapan hujan turun sesuai kebutuhan.

3. Rocket festival, Thailand



Masyarakat di Tahiland punya cara unik untuk mendatangkan hujan mereka akan meluncurkan roket yang terbuat dari bambu kelangit katanya roket ini mampu membujuk membujuk Phaya Taen, dewa hujan agar menurunkan hujan tepat waktu.

4. Manten kucing, Tulungagung



Masyarakat Tulungagung memiliki cara unik ketika musimkemaru tiba mereka akan mendatangkan hujan dengan cara mengawainkan kucing layaknya seperti perkawinan manusia pada umumnya. Selain dikawainkan sepasang kucing ini juga akan dimandikan di tempat bernama Coban Kromo.

5. Cowongan, Banyumas



Ritual ini dilakukan untuk meminta air hujan. Menurut kepercayaan masyarakat Banyumas, permintaan hujan dilakukan melalui Cowongan dengan bantuan bidadari. Maka dari itu ritual tersebut dilakukan oleh wanita saja. Musim kemarau sering dikhawatirkan karena mengakibatkan gagal panen. Para warga menyiapkan properti seperti siwur (gayung dari tempurung kelapa). Kemudian mereka membaca mantra.

Sumber:
palingseru.com free counters

About Me

Perkenalkan saya seorang blogger pemula yang ingin berbagi informasi unik aneh dan menarik. Terimakasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat

0 komentar