2012/03/02
no image

Mexico City – Di 2012, suku ini berhasil membuat banyak warga dunia khawatir akan ramalan kiamatnya. Kini para peneliti mengaku menemukan penyebab hilangnya suku ini. Ingin tahu?

Suku Maya klasik yang diketahui berada di selatan Meksiko dan Guatemala ini diketahui menghilang akibat kekeringan yang meruntuhkan peradabannya.
Tak hanya itu, peneliti gabungan dari University of Southampton Inggris dan Yucatan Center for Scientific Research di selatan Meksiko menyebutkan kekurangan air juga menjadi penyebabnya.
Hasil analisa mereka menunjukkan, tingkat hujan dan penguapan pada 800-950 di saat peradaban Maya turun tajam cukup membuat persediaan air sangat kurang.
“Penurunan 25-40% hujan tahunan cukup besar untuk menguras persediaan air mereka, “ kata Profesor Eelco Rohling dari Southampton University.
Di sisi lain, para arkeologi telah lama berpendapat bahwa runtuhnya peradaban Maya kerena penyakit dan penggundulan hutan seperti. Demikian dikutip UPI. [mor]

Sumber : inilah.com
no image

Jakarta – Tiap orang pasti pernah mengalami hal ini, dan terkadang cegukan bisa sangat mengganggu. Namun tahukah Anda mengapa manusia cegukan?

Untuk mengungkap rahasia di balik cegukan, peneliti meneliti beberapa mamalia yang ada di Bumi.
Hasilnya, ilmuwan Christian Straus dari Pitie-Saltpetriere di Paris menyatakan, cegukan diduga kuat merupakan mekanisme yang membantu mamalia mempelajari untuk menghisap.
Proses ini juga melibatkan serangkaian gerakan serupa. Di sisi lain, ahli neurobiologi Allen Pack mengaku, teori ini termasuk sulit dibuktikan.
“Hingga Straus dan rekannya mampu menunjukkan hubungan antara area otak yang mengendalikan penyedotan dan yang memicu cegukan, fungsi dari cegukan akan tetap menjadi misteri,” tutupnya seperti dikutip Scientific American. [mor]

Sumber : inilah.com
no image


London – Serangga yang diduga punah 80 tahun lalu ini secara mengejutkan ditemukan kembali di sebuah pulau batu yang sangat terpencil. Seperti apa?

Ilmuwan menemukan 24 serangga ini hidup-hidup di sebuah pulau terpencil di Samudera Pasifik Selatan.
‘Lobster pohon’ yang memiliki besar seukuran tangan manusia ini secara mengejutkan mampu bertahan hidup di pulau dengan kondisi keras itu.
Tak seorang pun mengetahui bagaimana serangga ini bisa sampai ke pulau itu namun satu hal pasti, empat hewan yang ditemukan di Piramida Ball ini telah dibawa para ilmuwan untuk pengembangbiakan agar tidak punah.
Hewan sepanjang 12 cm ini merupakan serangga tak bersayap terberat yang pernah ada di dunia. Demikian seperti dikutip DM. [mor]

Sumber : inilah.com
Foto-foto Serangga Bagaikan di Negeri Dongeng

Saat melihat serangga biasanya ada beberapa dari kita yang merasa geli atau bahkan phobia. Namun tahukah Anda, jika kita lihat dari sisi yang berbeda, dunia serangga bisa sangat menakjubkan. Contohnya pada hasil fotografi di bawah ini.















































Sumber :
hermawayne.blogspot.com
no image


INILAH.COM, California - Setelah baru-baru ini beberapa anggota Anonymous ditangkap di Amerika Latin dan Eropa, pertanyaan muncul; bagaimana bisa?
Seperti yang kita ketahui semua, Anonymous adalah sebuah kelompok peretas bermuatan politis (hacktivist), semua anggotanya dirahasiakan. Tiap-tiap anggotanya diberikan akses teknologi canggih, yang menyulitkan polisi melacak mereka.
Lalu tiap-tiap anggota juga tidak membocorkan rahasia kehidupan nyata mereka satu sama lain. Nampaknya kini para anggota kepolisian telah mengubah taktik mereka dalam menghadapi Anonymous; mereka melakukan infiltrasi.
Pihak Anonymous mengatakan bahwa anggotanya ditangkap melalui serangkaian strategi pelacakan informasi dan aktivitas intelijen pemerintah. Demikian seperti dikutip dari Mashable.
Para anggota Anonymous yang tertangkap pekan ini mengatakan bahwa mereka sebelumnya berkomunikasi melalui situs yang sama. Hal inilah yang membuat polisi bisa menginfiltrasi masuk, dan melacaknya.
"Hal itulah yang berdampak pada orang-orang yang bisa masuk ke server anonworld.info," ujar anggota Anonymous bernama Skao.
Selain itu, pihak Anonymous menyatakan bahwa mereka belum perlu mengambil langkah penting untuk memperkuat pergerakan online mereka. [mor]
Ini Dia! Mahluk dengan Gigitan Terkuat Sepanjang Sejarah

Mahluk apa paling berbahaya saat menggigigit? Buaya? Anjing Pitbull? Atau Hiu? Semua itu ternyata belum sebanding dengan gigitan seekor: T.Rex!


foto: chinashopmag
Penelitian para ilmuwan baru-baru ini menemukan dahsyatnya gigitan Tyrannosaurus rex, dan telah dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters.

Dr. Karl Bates dari laboratorium biomekanik, University of Liverpool yang memimpin penelitian bersama koleganya, Peter Falkingham dari University of Manchester. Mereka menggunakan metode penelitian dengan cara simulasi digital.


foto: bbc.co.uk


"Kami men-digitalkan tengkorak dengan scanner laser, sehingga kami memiliki model 3-D susnan tengkorak ke dalam komputer," jelas Dr. Bates seraya menambahkan, "dengan cara itu, kami bisa memetakan pergerakan otot tengkorak T.Rex."

Foto: badassoftheweek.com (atas) - dsc.discovery.com (bawah)


Hasilnya?


"Kami menemukan tekanan maksimum gigitan seekor T.Rex adalah antara 30.000 dan 60.000 Newton," urainya lebih lanjut.

[Catatan: Sebelumnya, para peneliti memperkirakan kekuatan gigitan T.Rex hanya 8.000 - 13.000 Newton. Berarti terdapat perkembangan yang signifikan dengan temuan baru ini].

Gajah di Pangkuan


"Itu setara dengan seekor gajah berukuran sedang duduk pada Anda," ucap Dr. Bates lagi. Ya, coba bayangkan cengkeraman gigi T.Rex saat menggigit sama halnya dengan kita tiba-tiba diduduki seekor gajah.

 foto: farm6-static-flickr.com

Hebatnya lagi, menurut Dr. Bates, kekuatan gigitan tersebut berubah seraya hewan ini bertumbuh (bertambah usia).

Maka, kesimpulan para peneliti tersebut adalah, "Hewan ini sangat ekstrem - salah satu karnivora terbesar yang pernah hidup."


Sumber: bbc.co.uk
Sumber : apakabardunia.com