Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
2013/03/13
no image

'Densus terpaksa langgar HAM untuk lindungi HAM bangsa ini'

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbai langsung bereaksi ketika Densus 88 Anti-teror dituding melanggar HAM. Bahkan dirinya mengharapkan agar masyarakat membuka mata atas apa yang sudah Densus lakukan untuk Indonesia.

"Kenapa seruan itu (pembubaran Densus) tidak ditujukan kepada orang yang menebarkan kebencian permusuhan kepada pemerintah? Lihat pelanggaran HAM jangan sepotong-potong. Kenapa Densus menangkap keras? Karena mereka hadapi teroris dengan bom di badan," tegas Ansyaad Mbai di Komisi Hukum Nasional, Cikini, Jakarta, Rabu (13/2).

Bahkan Ansyaad menuding bahwa wacana pembubaran Densus dilemparkan oleh para teroris. "Wacana membubarkan Densus itu daur ulang tuntutan teroris 7 tahun lalu. Teroris terganggu oleh Densus, ditangkapi dihentikan, dibongkar," ujar dia.

Ansyaad mengajak masyarakat melihat bagaimana teroris itu beraksi dan mencoba memberikan gambaran lain seperti di Saudi Arabia.

"Di Saudi Arabia tembak menembak teroris di jalan, pakai drone. Di Indonesia paling soft, tidak menggunakan militer. Teroris bunuh banyak orang yang tidak berdosa, digorok, dimutilasi apa itu bukan pelanggaran HAM? Densus terpaksa melanggar HAM untuk melindungi HAM-nya bangsa ini," tutupnya.

Sumber: merdeka.com
2013/03/07
no image

Anak petani korban penipuan Rp 170 juta minta polisi digantung

Hari ini, Briptu Sri Margiono akan menghadapi vonis di Pengadilan Negeri Semarang. Margiono sebelumnya dituntut empat bulan penjara atas tuduhan melakukan penipuan uang sebesar Rp 170 juta kepada seorang petani bernama Slamet (43) dan Muntamah (40).

"Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Iya gantung. Pokoknya seberat-beratnya," kata anak Slamet, Nursaid Faul Akbar kepada merdeka.com, Kamis (7/3).

Nursaid juga mendesak agar polisi itu dipecat dari kesatuannya. "Karena sebagai penegak hukum malah memberi contoh yang tidak benar," ujarnya.

Pemuda berusia 19 tahun itu geram kepada Margiono lantaran, keluarganya sudah ditipu, tapi polisi itu malah melaporkan orangtuanya ke polisi dengan tuduhan mencuri komputer milik Margiono. Slamet dan Muntamah dilaporkan ke Polsek Bergas.

"Padahal, waktu itu bapak dan ibu saya ke rumah polisi itu untuk menagih uang Rp 170 juta, tapi selalu tidak dikasih dan dijanjikan besok-besok terus. Nah, waktu itu bapak saya lihat ada komputer di rumah sana, makanya langsung minjam untuk belajar saya," ujar Nursaid beberapa waktu lalu.

"Kabel komputer pun yang mencopoti adalah istrinya (polisi bernama Desy). Terus waktu itu boleh. Bahkan yang bantu ngangkat komputer ke kendaraan adalah istrinya sendiri," jelas Nursaid.

Polres Bergas menganggap kasus ini tidak layak untuk diteruskan. Namun, pada 25 Februari 2013, seorang anggota polisi meminta agar dilakukan mediasi di Kejaksaan Negeri Ambarawa, antara pelapor dan terlapor.

"Waktu itu saya menemani bapak dan ibu saya. Di kejaksaan, pegawai kejaksaan meminta bapak ibu saya menandatangani suatu berkas sambil blanko atasnya ditutupi dan tidak boleh dibacakan, setelah menandatangani itulah bapak dan ibu saya ditahan oleh seorang pegawai kejaksaan bernama Erfina," katanya.

Nursaid mengaku tidak tahu alasan mengapa pihak kejaksaan menahan kedua orangtuanya. Padahal, pihak kepolisian menganggap kasus ini tidak layak dilanjutkan. Slamet kini mendekam di LP Ambarawa, sedangkan Muntamah ditahan di LP Salatiga.

Kasus penipuan ini berawal saat Slamet diiming-imingi oleh Margiono. Seorang polisi itu mengaku bisa memasukkan anaknya menjadi anggota polisi dengan syarat mampu membayar Rp 170 juta. Slamet dan Margiono dulu adalah tetangga dan tinggal satu kampung di Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Semarang, Jawa Tengah.

Karena mengaku bisa memuluskan menjadi seorang anggota polisi, kemudian Slamet menjual sawah dan sapi miliknya demi mendapatkan uang ratusan juta tersebut. uang itu kemudian diberikan pada tahun 2011.

"Sekitar bulan Juni sampai Juli. Waktu itu diberikan secara bertahap," ujarnya.

Ternyata, janji Margiono palsu. Nursaid pada akhirnya tetap tidak lolos menjadi anggota polisi. "Waktu itu saya sudah tes sampai tahap akhir, tapi tidak lolos. Karena itu, bapak saya menagih uangnya kembali," jelas Nursaid.

Sumber: merdeka.com
2012/12/31
no image

Tips pawang tolak hujan, lempar celana dalam ke genteng

Publik berharap cuaca bersahabat dalam perayaan malam tahun baru. Tetapi, jika turun hujan, Mbah Slamet Subarno, pawang hujan asal Sleman, Yogyakarta, memberikan tips sederhana agar terhindar dari cuaca hujan.

Pertama melempar nasi basi (sego aking) ke atas genteng dengan memanjatkan rapalan atau doa tertentu. "Lebih bagus lagi, kalau yang punya hajat sebelum melempar nasinya berpuasa selama tiga hari tiga malam. Insya Allah hujan akan pindah. Tapi yang sering terjadi begitu acara selesai dan tuntas, hujan turun deras," ujar Mbah Slamet Subarno di Sleman, Senin (31/12).

Kedua, melempar pakaian dalam yang sudah dipakai ke atas genteng rumah yang punya hajat. Juga disertai doa dan permohonan yang sama dengan metode melempar nasi basi sebelumnya.

Namun, untuk yang ketiga lebih berat sehingga seringkali dirinyalah yang melakukan ritual tersebut. Ritual ini berupa melempar garam laut (uyah krasak) di sudut tempat hajatan atau acara berlangsung.

"Selain itu, dengan ugo rampe atau perlengkapan sapu lidi yang didirikan di perempatan terdekat saat acara berlangsung. Kemudian di ujung lidi ditancapkan lombok (cabe) dengan jumlah ganjil entah itu tiga, lima, tujuh, sembilan, tiga belas, dua puluh satu dan seterusnya. Yang penting kelipatan ganjil," tutur Mbah Slamet yang enggan untuk di foto.

Tips yang terakhir ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Selain harus mempunyai pondasi (kekuatan diri) untuk melakukan ritual ini juga harus bisa berkomunikasi dan membaca alam dan cuaca.

Sumber: merdeka.com
no image

Kerbau belang Toraja ini seharga mobil Alphard

Tana Toraja di Sulawesi Selatan sejak lama dikenal dengan budayanya yang unik, terutama prosesi pemakaman. Sebuah pesta besar wajib dilakukan untuk menghormati mendiang. Dana yang dihabiskan pun bisa sampai miliaran rupiah.

Seperti yang disaksikan merdeka.com, Jumat (28/12) lalu. Saat itu, keluarga besar Tallulembang menggelar upacara pemakaman. Salah satu kerabat keluarga ini ada yang meninggal sejak beberapa bulan lalu.

Di Toraja, keluarga Tallulembang merupakan salah satu yang terpandang. Sesuai adat, mereka wajib menggelar upacara pemakaman yang disebut Rambu Solo. Meski upacara pemakaman, suasananya, tidak diliputi kesedihan malah lebih mirip seperti pesta besar. Semua anggota keluarga besar hadir, demikian juga para kerabat jauh yang jumlahnya ratusan orang.

Mereka kompak berpakaian hitam-hitam, sedangkan para pria ada yang berpakaian warna lain, tapi tetap mengenakan sarung berwarna hitam polos.

Upacara dimulai dengan penyembelihan kerbau. Beberapa ekor kerbau hitam yang telah disiapkan disembelih dengan cara ditebas lehernya.

Yang menarik, ada kerbau belang (tedong bonga) yang dihadirkan dalam upacara. Ketika itu, ada empat ekor kerbau belang putih-hitam dan lima ekor kerbau hitam yang kulitnya mengkilat.

Julius, salah satu kerabat keluarga kebagian menjaga salah satu kerbau belang itu. "Yang ini harganya Rp 670 juta," kata dia menunjukkan kerbau belang yang paling besar.

"Sama dengan mobil Alphard ini harganya," cetus Julius.

Sementara tiga kerbau lainnya, lanjut Julius, berharga, Rp 400 jutaan hingga Rp 200 jutaan. "Yang paling mahal ini karena warna dasarnya putih dan dia belang hitam. Sedangkan yang lain itu, warna dasarnya hitam dan belangnya putih," tuturnya.

Semakin besar ukuran kerbau dan corak belangnya semakin bagus, maka harganya semakin mahal. "Kerbau ini memang dipelihara khusus untuk acara-acara seperti ini. Ada pedagangnya," kata Julius.

Dia menjelaskan, untuk kerbau putih dengan belang hitam, dijuluki saleko. Sementara untuk kerbau hitam dengan belang putih dijuluki bonga. Dan untuk kerbau yang berwarna hitam semua dijuluki pudu.

Nah, untuk kerbau-kerbau yang lebih mahal dari harga mobil ini, ternyata tidak disembelih. Dalam prosesi upacara Rambu Solo, kerbau belang itu, akan disumbangkan. "Karena keluarga besar yang meninggal beragama Kristen, kerbau ini disumbangkan kepada gereja," kata Julius.

Oleh gereja, kerbau-kerbau itu akan dilelang kepada pembeli dengan harga tertinggi. "Hasil lelang, 75 persen untuk pihak gereja. Sisanya 25 persen dikembalikan untuk keluarga pemilik kerbau," imbuh Julius.

Selain kerbau, puluhan ekor babi juga disiapkan dalam upacara ini. Babi-babi tersebut akan disembelih untuk makanan selama pesta. Karena untuk kebutuhan pesta, ukuran babi pun yang cukup besar dan harganya berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 7 juta. 

"Harga babi naik mulai bulan September sampai Desember karena banyak upacara seperti ini," kata Julius.

Dengan biaya yang mahal, upacara Rambu Solo tidak digelar oleh setiap keluarga di Toraja. Biasanya, hanya orang-orang kaya atau keturunan bangsawan saja yang mampu menggelar acara ini.

Julius menambahkan, jenazah orang Toraja yang meninggal tidak dimakamkan atau dikubur. Biasanya, mereka diawetkan terlebih dahulu. Jenazah kemudian dibawa ke gua batu di atas gunung atau liang-liang batu dan diletakkan dalam peti terbuka atau diletakkan begitu saja. "Ada juga yang disimpan di rumah-rumah adat yang dibangun di depan rumah masing-masing," jelasnya.

Puncak acara ini biasanya ditutup dengan adu kerbau. Dua ekor kerbau petarung berhadapan di sebuah lapangan. Siang itu, Menko Kesra Agung Laksono, Gubernur Sulawesi Selatan Sahrul Yasin Limpo, dan beberapa gubernur dan wakil gubernur yang merupakan peserta rapat kerja Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang menggelar pertemuan di Tana Toraja, menyaksikan upacara Rambu Solo.

Dua kerbau bernama Panter dan Naruto berhadap-hadapan. Setelah bertarung sekitar 15 menit, saling menyerang dan beradu tanduk, Panter, kerbau hitam petarung berusia 10 tahun menang. Naruto lari terbirit-birit, menyerah dengan luka terkena tanduk di wajahnya. Penonton pun bersorak karena kerbau yang didukungnya menang.

"Taruhannya bisa puluhan juta rupiah. Panter itu, sudah sering menang beberapa kali," kata Johanes, salah satu warga Toraja yang gemar menyaksikan adu kerbau saat pesta Rambu Solo.

Sumber: merdeka.com
2012/10/07
no image

Detik-detik mengerikan di rumah Jenderal Nasution

Keluar jenderal!"

Teriakan dan dobrakkan pintu pasukan Cakrabirawa sontak mengejutkan keluarga Menhankam Jenderal AH Nasution. Penasaran, sang Jendral coba menghadapi mereka namun istri Pak Nas menghalangi dengan alasan firasatnya buruk.

"Kemudian, ibu buka pintu kamar, dua tembakan para cakrabirawa menyasar dan menyerempet daun telinga ibu. Tepat di hari ini pukul 03.45," demikan yang diceritakan Royen Suryanto pemandu museum AH Nasution di Jalan Tengku Umar no 40, Jakarta, Minggu (30/9).

Tak kena, pasukan Cakrabirawa mengejar istri Nasution hingga ke kamarnya. Ade Irma yang saat itu berumur 5 tahun menangis ketakutan. Bak pahlawan bagi suaminya, Johana Sunarti menahan pintu kamar dari serangan pasukan yang dipimpin Kopral Hargiono.

"Lalu, Ade Irma diserahkan ke Mardiyah, adik Pak Nas. Tapi saat itu Mardiyah penasaran mendekati pintu dan tertembaklah Ade Irma di punggung, Mardiyah di tangan," lanjut Royen.

Peristiwa berdarah ditutup dengan larinya Jenderal Nasution. Dia meloncat tembok kedutaan Irak. Gerombolan Cakrabirawa akhirnya menangkap ajudan Nasution, Letnan Pierre Tandean.

Akibat tembakan tersebut, nyawa Ade Irma dan tak tertolong lagi setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan selama enam hari. Gadis berumur lima tahun ini meninggalkan pertanyaan.

"Ade salah apa, kenapa ditembak? Ade sayang mama papa...," katanya saat menghembuskan nafas terakhir.

Diorama museum ini dipenuhi banyaknya pasukan Cakrabirawa berbaju coklat dengan raut muka seram. Pasukan ini dibuat tiruannya berdasarkan ingatan dari istri Nasution.

"Wajahnya dibuat dari apa yang dilihat bu Nas, salah satunya Kopral Hargiono yang akhirnya mengaku dan dibuang ke Nusa Kambangan," terang Royen.

Bukan hanya tiruan pasukan Cakrabirawa dan juga ade Irma yang bersimbah darah. Pengunjung juga seakan merasakan tegangnya suasana saat itu dari banyaknya bekas tembakan yang tak berubah.

Sumber: merdeka.com
2012/09/27
no image

TNI siap gembleng pelajar hobi tawuran

Tawuran antar-pelajar yang belakangan kembali marak membuat resah semua pihak. Layaknya orang tanpa pendidikan, para pelajar itu justru beradu fisik di jalan ibu kota dengan menggunakan batu dan senjata tajam.

Hal ini membuat TNI gerah. Pangdam Jaya Mayjen TNI E Hudawi Lubis bahkan mengaku siap menggembleng para pelajar soal kedisiplinan. Hal itu guna meredam tawuran antar-pelajar.

"Di Rindam Jaya sudah ada beberapa yayasan anak-anak sekolah yang melakukan latihan displin dan mental," kata Mayjen TNI E Hudawi Lubis di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (27/9).

Dia mengaku prihatin atas tingkah laku para pelajar yang gemar tawuran, bahkan hingga mengakibatkan pelajar meninggal dunia. Namun demikian, ia tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.

"Namun beberapa pihak harus mengambil langkah pencegahan. Kodam Jaya akan berkomunikasi dengan instansi terkait untuk mencegah jangan ada lagi tawuran," katanya.

Menurutnya, seluruh Kodim yang berada di bawah Kodam Jaya harus berkomunikasi dengan sekolah untuk membina para siswa agar tidak lagi tawuran. Sementara, di lingkungan Kodam Jaya sendiri, dia mengaku telah memerintahkan personelnya yang memiliki anak untuk membinanya dengan baik.

"Jangan sampai anak-anaknya ini melakukan aksi seperti yang ditayangkan di televisi. Syukur-syukur, anak-anak kita bisa mengajak teman-temannya untuk tidak melakukan perbuatan seperti itu," kata dia.

Dalam satu pekan terakhir, tawuran pelajar kembali marak di Jakarta. Tawuran antara SMAN 6 dengan SMAN 70 di Bulungan, Jakarta Selatan, mengakibatkan Alawy Yusianto Putra, siswa SMAN 6 tewas, Senin (24/9). 

Kemudian, tawuran yang terjadi di Jalan Sahardjo, Manggarai, Jakarta Selatan, menewaskan seorang pelajar SMK Yayasan Karya (Yake) 66, Deni Yanuar, Rabu (26/9).

Sumber: merdeka.com
2012/09/22
no image

SM Town konser, lalu lintas Jl Sudirman macet

Pagelaran konser musik SM Town di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, malam ini rupanya berimbas kepada arus lalu lintas. Lalu lintas terpantau macet.

Dari pantauan merdeka.com, Sabtu (22/9), kepadatan lalu lintas terjadi sebelum Ratu Plaza hingga FX Plaza, sampai depan hotel Century Park dan jalan masuk ke kawasan Senayan.

Hal itu lantaran banyak arus kendaraan hendak memasuki kawasan Senayan. Kepadatan juga terjadi di depan TVRI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. 

Konser SM Town dijadwalkan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB.

Sumber: merdeka.com
2012/09/21
no image

Segudang ide Dahlan Iskan untuk Jokowi

Pasangan Jokowi dan Basuki T Purnama (Ahok) belum dinyatakan oleh KPU DKI Jakarta sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih. Namun, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sudah bersiap-siap untuk menemui pasangan tersebut jika sudah resmi berkantor di Balai Kota.
Dahlan mengaku punya segudang ide dan usulan yang akan dibawa untuk ditawarkan kepada Jokowi. Ide-ide Dahlan terkait penanganan persoalan kemacetan dan pengembangan Ibu Kota.
Mulai dari pembangunan jalan tol contra flow yang diusung oleh Jasa Marga hingga realisasi proyek monorail yang mangkrak dan tidak tuntas di tangan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
“Kita akan propose kembali proyek monorail PT Adhi Karya. Dan proyek monorail Adhi Karya ini memang ada penyempurnaan sedikit,” ungkap Dahlan ketika berbincang dengan wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/9).
Dahlan menyebutkan, pihaknya mengusulkan mendayagunakan tiang-tiang monorail yang mangkrak dan hingga saat ini masih berdiri tegak di sejumlah jalan di Jakarta. Dahlan juga menjamin pembangunan transportasi massal tersebut tidak akan membebani negara karena tidak menggunakan APBD. Anggaran pembangunan monorail murni dari Adhi Karya.
Selain proyek monorail, Dahlan juga akan menyampaikan gagasannya terkait proyek pembangunan jalan tol contra flow Cibubur–Semanggi yang pernah dicetuskan oleh PT Jasa Marga. Dahlan berharap proyek ini dapat direalisasikan secepat mungkin. Alasannya, Dahlan yakin proyek ini akan mengurai kemacetan Ibu Kota selama ini.
"Jalan tol contra flow kita juga akan propose kembali," tegasnya.
Sebelumnya, Dahlan mengaku akan menemui Jokowi untuk membicarakan beberapa proyek pembangunan di Jakarta. Di antaranya membangun 24 underpass yang dilintasi kereta rel listrik (KRL). Proyek underpass ini diyakini sebagai salah satu solusi mengurangi potensi kemacetan di Jakarta, khususnya di jalan yang dilalui perlintasan kereta.
"Bagaimana agar pemda DKI segera membangun underpass dan BUMN akan membantu pemda," paparnya.
Sumber: merdeka.com
no image

Jokowi tak akan mengambil gaji gubernur DKI

Jika telah resmi menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, Jokowi mengungkapkan tidak akan mengambil sepeser pun gajinya. Cagub yang diusung PDIP dan Gerindra itu akan melanjutkan kebiasaannya tersebut seperti saat menjadi wali kota Solo. 

"Selama masih ada yang miskin, membutuhkan, ya biar dipakai yang membutuhkan," ujarnya kepada merdeka.com di markas pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok), Jalan Borobudur no 22, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (20/9) malam.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Jokowi dengan tegas mengulangi pernyataannya bahwa tidak akan menerima gaji sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, Jokowi berharap hal ini tidak mau disalahartikan terkait kebiasaannya melakukan kegiatan sosial.

"Jangan dikait-kaitkan ke hal-hal yang pribadi. Ya itu tadi jawabannya itu," ucapnya.

Seperti diketahui, saat menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi tidak pernah menerima gaji dan tunjangannya. Hal tersebut seperti tertulis dalam buku Domu D Ambarita, salah satu tim penulis buku Jokowi, Spirit Bantaran Kali.

Gaji seorang Wali Kota Solo sendiri diketahui sebesar Rp 7.250.500 serta tunjangannya lebih dari Rp 22 juta. Menurut Domu, Jokowi tidak mengambil gajinya, tetapi Dia menukar gaji tersebut dengan uang pecahan Rp 10.000 hingga Rp 50.000. Uang tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang benar-benar miskin.

Sumber: merdeka.com
no image

Bupati Klaten kirim karangan bunga ke rumah dinas Jokowi

Kemenangan Walikota Solo Jokowi dalam pilkada DKI Jakarta, mendapatkan sambutan meriah. Jika kemarin pendukung Jokowi rela mencukur kumis dan rambut, hari ini puluhan ibu-ibu sejak jam 8 pagi, berdatangan ke rumah dinas Jokowi, yang sering di sebut Loji Gandrung, di Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah. 

Namun karena tak mendapati Jokowi di rumah dinas, ibu-ibu tersebut segera meninggalkan rumah yang dibangun sejak jaman Belanda tersebut.

Sementara itu, sambutan atas kemenangan Jokowi juga dilakukan berbagai kalangan. Beberapa sahabat dan instansi bahkan sudah ada yang mengirimkan karangan bunga.

Pantauan merdeka.com karangan bunga yang sudah berada di rumah dinas Loji Gandrung antara lain dari Bupati dan Wakil Bupati Klaten serta dari Sahid Jaya Hotel.

"Kami mengirimkan karangan bunga ini sebagai bentuk dukungan kepada Pak Jokowi, untuk menjadi pemimpin di ibukota," ungkap Public Relation Manager Sahid Jaya Hotel Solo, Anna Marita. Menurut Anna, selama ini Jokowi selalu memberikan dukungan serta menjalin hubungan yang baik dengan kalangan perhotelan di Solo.

Sumber: merdeka.com
2012/09/20
no image

Rayakan kemenangan, pendukung Jokowi cukur kumis

Keunggulan pasangan Jokowi-Ahok versi hitungan cepat dirayakan dengan suka cita oleh pendukungnya. Sebagai ekspresi kebahagian para pendukung Jokowi mencukur kumisnya.

Pantauan merdeka.com, Kamis (20/9), belasan pendukung yang memakai baju kotak-kotak mencukur kumisnya dengan menggunakan alat cukur. Selain itu ada juga yang mencukur rambutnya. 

"Ini bentuk spontanitas merayakan kemenangan," ujar Budiarto di Posko pemenangan Jokowi-Ahok Jalan Borobudur No 22 Menteng, Jakarta Pusat.

Ajakan agar seluruh pendukung Jokowi mencukur kumis terus dilakukan. Di posko juga terus diputar lagu 'we are the Champion'.

"Kita yakin hasil penghitungan resmi tak akan beda dengan quick count," katanya.

Sumber: merdeka.com
no image

Foke telepon Jokowi ucapkan selamat 

Pasangan Jokowi dan Ahok mengalahkan Foke-Nara di semua quick count lembaga survei. Jokowi mengaku Foke pun teleh meneleponnya untuk mengucapkan selamat.

"Sudah. Pak Fauzi Bowo sudah telepon ke saya, baru semenit yang lalu," kata Jokowi saat live di MetroTV, Kamis (20/9).

Inti pembicaraan itu Foke mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi di quick count. Jokowi pun meminta maaf jika ada salah pada Foke. Jokowi minta dibantu jika menemui kesulitan.

"Sekarang mau tunggu quick count rampung dulu," kata Jokowi.

Sumber: merdeka.com
2012/09/19
no image

Jokowi terjunkan 45.000 relawan Jakarta Baru jaga TPS

Sebagai bentuk antisipasi kecurangan yang berpotensi terjadi di setiap tempat pemungutan suara (TPS), 45.000 relawan dan saksi terlatih Jakarta Baru diterjunkan untuk mengamankan pencoblosan yang akan berlangsung Kamis besok.

"Kami mempunyai 45.000 orang yang terjun langsung datang ke TPS," terang Hasan Nasbi, Koordinator Relawan Jakarta Baru dalam keterangan persnya di Gedung 165, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (19/9).

Hasan menjelaskan, mulai besok relawan tersebut akan ditaruh di tiap-tiap TPS yang ada di seluruh Jakarta. Tiga relawan resmi berbaju kotak-kotak diterjunkan sebagai saksi. Sedangkan relawan lainnya, yang diterjunkan dari Satgas akan memantau langsung kegiatan yang ada di setiap TPS.

"Di setiap TPS ada 3 saksi resmi dengan baju kotak-kotak, sisanya kita terjunkan dari Satgas, Partai ataupun yang lain," papar Hasan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang hadir dalam keterangan pers tersebut menambahkan, bahwa relawan Jakarta Baru tersebut diturunkan sebagai upaya menjalankan pemilu yang jujur dan adil.

"Ini bagian dari usaha menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Kita tidak mau main-main, Pilkada putaran ke-2 ini berjalan bersih dan damai," kata Fadli Zon.

Sumber: merdeka.com
2012/09/18
no image

Ketika Foke dan Jokowi ditanya apa sisi positif lawannya

Akhir debat cagub-cawagub DKI malam ini diakhiri dengan pertanyaan menarik. Oleh pembawa acara, baik Fauzi Bowo (Foke), maupun Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk menyatakan sisi positif dari lawannya.
Namun, apa yang keluar dari kedua cagub DKI itu bukanlah yang positif. Mereka tetap mengkritik satu sama lain.
"Dialog positif, kita bisa saling belajar. Mudah-mudahan berkah. Paling tidak dia sudah menjanjikan yang belum tentu bisa dilaksanakan," kata Foke di studio Metro TV, Jakarta Barat, Minggu (16/9).
Dipertegas oleh presenter agar mengungkapkan sisi positif, Foke mengatakan, "Ya saya mau belajar dari beliau pencitraan yang semakin baik."
Sama halnya dengan Jokowi. Ketika diminta memberi mengungkapkan sisi positif lawan, Jokowimalah mengkritik Foke yang selama menjabat gubernur cuma bisa berencana.
"Beliau puluhan tahun menjadi birokrat, sekda, wagub, gubernur. Tetapi dengan pengamatan saja, mestinya action, tidak dalam rencana-rencana, tidak 'akan-akan'," ujar Jokowi.
"Yang positif Pak Jokowi?" tanya presenter. "Ya itu positif, artinya rencana meski belum dikerjakan," sindir Jokowi yang disambut tawa para pendukungnya.
Sumber: merdeka.com
no image

Pimpinan rapat DPR minta politisi PDIP ganti baju kotak-kotak

Adu mulut terjadi antara Wakil Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin dengan anggota Komisi III dari Fraksi PDIP. Perang mulut itu terjadi lantaran Trimedya Panjaitan ditegur karena menggunakan kemeja kotak-kotak ala Jokowi dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan KPK, Polri dan Kejaksaan Agung.

"Dalam rapat ini tidak digunakan untuk kampanye terselubung. Untuk itu yang memakai baju kotak-kotak saat isoma (istirahat) diharapkan mengganti," kata pimpinan rapat, Aziz Syamsuddin saat menutup rapat untuk keperluan istirahat, di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senin (17/9).

Trimedya yang tak terima kemudian menjawab pernyataan Aziz itu. "Surat edaran KPUD tidak ada larangan. Kalau itu kampanye itu hanya pikiran Pak Aziz saja. Kedatangan kami di sini kami juga ingin mengetahui intregitas KPK. Tidak apa-apa, jadi tak usah khawatir," kata dia.

Senada dengan rekannya, Sayid Muhammad Mulyadi (FPDIP), meminta Aziz tak melarangnya mengenakan kemeja kotak-kotak. 

"Jangan dilarang, kalau begitu yang berkumis juga dilarang masuk," kata dia.

Pantauan merdeka.com, sekitar empat orang anggota Fraksi PDIP mengenakan kemeja kotak-kotak dalam rapat itu.

Sumber: merdeka.com
no image

Foke dilaporkan tim Jokowi ke Panwaslu terkait politik uang

Pasangan Cagub dan cawagub Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) dilaporkan oleh tim Jokowi karena dugaan politik uang saat berkampanye. Selain itu pasangan incumbent ini juga melakukan kampanye di masa tenang.

"Pertama dugaan pembagian seperti pakaian dan sembako di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Dan yang kedua berupa doorprize di kawasan Jakarta Barat," ujar Koordinator Tim Advokasi Jakarta Baru Habiburokhman di kantor Panwaslu Jakarta, Selasa (18/9).

Habiburokhman mengatakan, mengenai kampanye di hari tenang, yaitu pada tanggal 17 September di antaranya masih ada spanduk bergambar pasangan calon. Foke-Nara lengkap dengan nomor urut 1.

"Di spanduk itu juga ada tulisan 'Mari bersatu membangun Jakarta yang modern, aman, sejahtera dan berbudaya' yang dipasang di kawasan Johar Baru," katanya.

Sementara itu, menurut Ketua Panwaslu, Ramdansyah, pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan money politic yang dilakukan pihak Foke-Nara.

"Ini kan masa tenang kok saling melaporkan. Tetapi kita akan memproses masalah ini," tegasnya.

Sumber: merdeka.com
2012/09/16
no image

Jokowi dihadiahi toples berisi uang

Kehadiran cagub Jokowi di Penjaringan disambut meriah warga. Saat mengadakan kampanye terbuka di depan pos polisi sektor Muara Baru, Penjaringan, sejumlah warga memberikan satu toples besar berisi uang saweran yang telah dikumpulkan warga sejak dua minggu sebelumnya.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, isi dari toples tersebut berupa uang recehan terdiri dari beberapa baik logam maupun kertas. Bahkan ada yang nominal Rp 100.000.

"Dua minggu lalu dikumpulkan, saweran tersebut tidak dipaksa. Totalnya ada Rp. 1.333.000," imbuh Yati, dari advokasi Jaringan Rakyat Miskin Kota Jakarta (JRMK) saat ditemui di Muara Baru, Jakarta, Sabtu (15/9).

Dikatakan Yati, saweran tersebut bertujuan untuk melawan politik uang. "Tujuannya untuk melawan politik uang. Kalau gubernur sekarang kan biasa ngasih uang. Rakyat untuk calon pemimpin biar nanti kalau jadi pemimpin kerja untuk rakyat," tutur Yati.

Sementara itu, dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan dan saweran yang telah diberikan warga Penjaringan terhadapnya.

"Saweran dari warga, seribu atau dua ribu. Akan saya simpan tidak akan saya gunakan, tapi nanti akan dikembalikan dengan cara yang lain. Pemberian modal usaha, dan juga untuk pedagang kaki lima," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa dirinya enggan untuk menggunakan uang yang telah dikumpulkan warga Penjaringan dengan cara sukarela tersebut. Selain itu, Jokowi berkomitmen akan tetap selalu turun ke bawah bersama-sama rakyat untuk membangun Jakarta yang lebih baik lagi.

"Ini sepeser pun tidak akan digunakan, karena menggunakan uang ini bagi saya terlalu berat. Komitmen saya bahwa yang namanya Jokowi tetap akan dan selalu turun ke bawah bersama-sama rakyat untuk bangun Jakarta yang lebih baik lagi," ucap Jokowi.

Sumber: merdeka.com
no image

Sambangi Cililitan, Jokowi disambut meriah komunitas Batak

Kedatangan Cagub DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ke Jl Bhakti RT 04 RW 08, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (15/9) mendapat sambutan hangat dari komunitas Batak. Saat baru tiba, dia disambut dengan iring-iringan lagu dan tarian dari Sumatera Utara.

Pantauan merdeka.com, deretan lapo-lapo khas Sumatera Utara memenuhi badan jalan. Kehadiran calon nomor urut 3 ini membuat beberapa pedagang meninggalkan dagangannya untuk melihat langsung Jokowi di depan toko miliknya.

Sembari menggiring Jokowi, warga bersorak sorai sembari menari mengikuti iringan musik hingga ke atas panggung. Melihat antusiasme warga setempat, Jokowi ikut larut dalam tarian yang dipertunjukkan oleh warga. Bahkan, Walikota Solo ini menggerakkan kedua tangannya hentakan musik layaknya menari Tor-tor.

Tak berhenti sampai di sana, ketika berada di atas panggung, Jokowi diberikan kehormatan dengan mengenakan topi adat Karo yang disebut dengan bulang-bulang dan kain ulos.

"Topi adat yang sudah dipersiapkan ini sebagai simbol bahwa pak Jokowi sudah berkunjung ke tanah Karo maupun ke warga Sumatera Utara pada umumnya," ujar salah satu tokoh warga Batak.

Tidak hanya diberikan topi dan kain ulos, Jokowi juga dilempar dengan beras dengan makna sebagai doa agar selamat dan tanpa apa pun. Mendapatkan dukungan yang demikian meriah dari warga Batak, Jokowi mengaku berterima kasih. Pada kesempatan itu, ia mengingatkan agar bersama-sama memenangkan Pilkada pada 20 September 2012 nanti.

"Kita ini dikeroyok partai-partai besar, gajah-gajah besar tapi yang mencoblos kan bukan mereka. Jadi jangan sampai lupa tanggal 20 September. Saya terima kasih sudah mendapatkan dukungan meriah di sini," kata Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi direncanakan akan melakukan kampanye di lokasi ketujuhnya hari ini dengan bertemu warga Betawi di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Sumber: merdeka.com