2011/12/31
no image

Serangga penghisap darah seprti nyamuk ternyata punya perilaku aneh saat menghisap darah. Seperti yang diketahui sebelumnya oleh para ahli, mereka kencing terlebih dahulu. Dan, di luar dugaan, mereka juga mengeluarkan cairan pre-urin berupa darah!


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/21/1739246620X310.jpg

Perilaku tersebut membuat para ilmuwan bingung. Claudio R Lazzari, entomolog dari François Rabelais University in Tours, Perancis, seperti dikutip New York Times, mengatakan, "Darah adalah sesuatu yang sangat berharga. Melepaskannya berisiko tinggi."

Penelitian terbaru yang dilakukan Lazzari dan dipublikasikan di jurnal Current Biology mengungkap bahwa pengeluaran cairan pre-urin bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh saat makan, yang bisa mencapai 40 derajat Celsius.

Untuk mendapatkan kesimpulan itu, Lazzari meneliti nyamuk jenis Anopheles stephensi. Saat makan, cairan urin dan pre-urin nyamuk itu dikeluarkan lewat anus. Kadang, cairan menggantung seperti embun yang akan menetes sebelum jatuh.

Menurut Lazzari, saat urin dan pre-urin dikeluarkan, cairan menguap dan mendinginkan suhu tubuh hingga mencapai 3 derajat Celsius. Mekanisme ini adalah salah satu kehebatan serangga dalam mengontrol suhu tubuh.

Nyamuk bukan satu-satunya serangga yang menggunakan makanannya sendiri untuk mengatur suhu tubuh. Lebah misalnya, membuang sedikit nektar yang dimakannya untuk menjaga kepala tetap dingin saat terbang.

Sumber : apakabardunia.com
Foto-foto Serangga Bagaikan di Negeri Dongeng

Saat melihat serangga biasanya ada beberapa dari kita yang merasa geli atau bahkan phobia. Namun tahukah Anda, jika kita lihat dari sisi yang berbeda, dunia serangga bisa sangat menakjubkan. Contohnya pada hasil fotografi di bawah ini.















































Sumber
2011/12/22
no image

Astronot (Foto: Ist)
Astronot (Foto: Ist)
Istilah astronot dan astronom lahir dari suku kata yang hampir sama. Padahal secara definisi, tugas dan fungsi, keduanya jelas berbeda. Meski mirip, tampaknya astronot lebih populer dibandingkan astronom atau pakar ilmu astronomi.

Menjadi astronot bisa dipastikan masuk ke dalam daftar cita-cita paling favorit bagi anak-anak yang duduk di bangku SD. Buktinya, nama Neil Armstrong hingga kini masih diingat sebagai orang pertama yang menginjakan kakinya ke bulan, meskipun banyak juga anak-anak bahkan orang dewasa yang meragukan kebenarannya.

Terlepas dari kontroversi itu, ada fakta yang tidak bisa dibantah bahwa peran astronot sebenarnya tidak lepas dari analisa ilmiah yang disajikan para astronom. Astronomlah yang mempelajari bulan, mengukur situasi dan kondisinya, hingga disimpulkan bahwa bulan bisa diinjak manusia seperti Neil Armstrong.

Bukti bahwa astronomi kurang populer di masyarakat misalnya adanya kesalahpahaman bahwa mempelajari astronomi adalah untuk menjadi astronot.

Bagi para astronom, sangkaan itu mungkin hanya ditanggapi sebagai anekdot atau dengan senyum geli. Tetapi bagi awam, bisa saja dipercayai mengingat istilah astronot dan astronom terbentuk dari kosa kata yang hampir sama.

Sering dicampuradukannya makna astronot dan astronom bisa jadi karena rendahnya minat mempelajari ilmu astronomi. Maka untuk makin mengenalkan ilmu astronomi, sejak 1999 Bosscha membuka kunjungan bagi masyarakat umum.

Buktinya, jumlah pengunjung Bosscha per tahunnya mencapai 60 ribu lebih atau mencapai 600 orang per hari.

Salah seorang pengunjung Bosscha, Zaenal Arifin, guru pengajar mata pelajaran fisika dari sebuah SMA di Tangerang, mengatakan terbukanya Bosscha bagi masyarakat umum diharapkan bisa mendorong minat pelajar untuk mempelajari astronomi.

Zaenal menuturkan, para murid sebenarnya memiliki antusiasme tinggi jika diajak ke observatorium yang didirikan ilmuwan Belanda itu. Hanya saja antusiasme itu belum tentu membuat para murid tertarik mendalami astronomi atau bahkan bercita-cita menjadi astronom.

“Mempelajari antariksa kan tidak mudah. Dasarnya jelas harus pandai matematika, dan kita tahu mata pelajaran berhitung relatif jarang diminati murid,” kata Zaenal, di sela kesibukannya membimbing anak didiknya
kunjungan ke Bosscha.

Selain itu, peran guru juga sangat penting dalam mengarahkan minat muridnya. Misalnya bisa menyampaikan pelajaran matematika atau fisika secara menarik dan tak membosankan. Sebab, cita-cita murid tergantung dari pengarahan dan petunjuk sang guru. “Termasuk supaya murid termotivasi untuk jadi astronom,” tambahnya.

Peneliti Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) Evan I Akbar menjelaskan, secara sederhana astronomi adalah ilmu yang mempelajari luar angkasa seperti bulan, tata surya, galaksi, bintang-bintang, dan benda antariksa lainnya yang berada lebih jauh dari atmosfer bumi. Astronomi juga menjelaskan kapan dan bagaimana alam semesta ini terbentuk.

“Salah satu tugas astronom yang paling mudah dimengerti adalah menghitung kapan meteor jatuh ke bumi,” terang Evan.

Evan, yang juga sebagai Koordinator Kunjungan di Bosscha, menuturkan memang ada juga pengunjung yang tidak paham dengan definisi sederhana astronomi.

Tidak heran jika astronomi sering dikaitkan dengan misi antariksa seperti yang dilakukan astronot. Bahkan astronomi juga dikaitkan dengan aktivitas perakiraan cuaca seperti yang dilakukan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG).

Padahal, meski BMKG dan astronomi sama-sama meneliti objek di luar bumi, namun jangkauan astronomi lebih jauh lagi yakni meneliti objek yang di luar atmosfer bumi. Sedangkan BMKG hanya meneliti objek yang berada di dalam atmosfer bumi.

Begitu juga dengan peran dan tugas astronot yang sebenarnya adalah orang yang mengemban misi di benda angkasa. Bisa dipastikan bahwa astronot dalam misinya itu mendapat petunjuk dari astronot. Yang menjadi astronot biasanya orang-orang dari kalangan militer, bukan warga sipil.

“Dan nggak pernah astronomnya sendiri yang berangkat. Kalaupun ada warga sipil yang pergi, tujuannya hanya wisata,” katanya.

Kenapa astronot diambil dari kalangan militer? Sebab, tugas di luar angkasa sangat membutuhkan kekuatan fisik. Tugas itu hanya bisa dipenuhi oleh militer yang memang terlatih secara fisik.

Contoh sederhananya, kekuatan fisik sangat diperlukan ketika perjalanan udara menggunakan pesawat roket. Dengan kecepatan tinggi itu, seorang astronot akan menerima bobot berat badannya sebanyak 10 kali grafity. Artinya, berat badan yang didapat saat terbang akan bertambah 10 kali lipat dari berat badan normal. Warga sipil tidak mungkin bisa menerima beban sebesar itu, ini berbeda dengan militer yang memang sudah dilatih untuk menerima beban sebesar itu.

Di luar angkasa, para astronot harus menjalankan misi sesuai dengan kepentingan astronomi. Misalnya mereka bertugas mengambil bebatuan di bulan, namun mereka tidak bisa meneliti bebatuan itu.

Penelitian akan diserahkan kepada para astronom yang berada di bumi. Jadi astronot hanya tahu misi itu buat apa, bukan meneliti temuan dari misi. Astronomlah yang nantinya akan meneliti temuan astronot. “Neil Armstrong ga tahu batu di bulan itu buat apa. Si batu ini diteliti oleh astronom,” tandas Evan.

Jadi, sambung mahasiswa S2 Astronomi ITB itu, kuliah di jurusan astronomi bukanlah untuk menjadi astronot, melainkan astronom yang tetap bertugas di bumi tetapi harus memanfaatkan teropong unguk mempelajari benda-benda langit. “Memang banyak yang berpikir ingin jadi astronot masuk astronomi, salah itu. Seharusnya dia masuk militer,” tuturnya.
(kem)

Air: Mitos dan Fakta

AIR merupakan zat alami yang menakjubkan dan kita tidak bisa hidup tanpanya. Terlebih, sebagian besar unsur kehidupan memang terbuat dari air. Maka itu, tidak mengherankan bila banyak penafsiran tentang air putih, terutama dalam hal khasiatnya tentang kesehatan.


Dari sejumlah besar mitos dan fakta tentang air putih yang selama ini beredar di masyarakat, ada lima hal yang pastinya sering kita dengar. Berikut ini uraiannya:

1. Mitos: Kita harus minum 8 gelas air putih sehari untuk menghindari dehidrasi
Fakta: Ini mungkin merupakan salah satu hal kurang tepat yang paling dipercaya tentang konsumsi air. Tips itu tentunya banyak dilontarkan banyak produsen minuman air kemasan.

Memang benar, tubuh kita memerlukan cukup air setiap hari. Menurut British Dietetic Association, sebagian besar dari kita membutuhkan sekitar enam sampai delapan gelas cairan sehari. ingat cairan bukan air. Cairan juga bisa diperoleh dari makanan yang kita makan. Misalkan saja buah dan sayur yang 80-90 persennya terdiri dari cairan. Belum minuman lain seperti susu, teh, dan kopi.

Terlebih dalam suhu panas yang menyebabkan keringat, kita perlu asupan kita untuk menebus cairan yang keluar. Tubuh kita juga mampu dengan sangat baik mengatur kadar airn. Tubuh akan menyingkirkan kelebihan air melalui keringat dan urine, dan ketika kekurangan, kita pun akan merasa haus.

2. Mitos: Kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya menyebabkan dehidrasi 

Fakta: Meskipun benar bahwa kafein memiliki efek diuretik atau membuat Anda ingin buang air kecil, efek itu sangat ringan jika dibandingkan dengan jumlah air yang terkandung dalam minuman tersebut. Minuman-minuman itu tetap akan memberikan kontribusi atas kebutuhan tubuh akan air.

3. Mitos: Semakin banyak minum air, semakin sehat
Fakta: Secara umum, air adalah zat nontoksin. Tetapi, jangan pula kita sampai berlebihan minum air. Dalam kasus ekstrem, minum air terlalu banyak dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh yang dikenal sebagai 'keracunan air'.

Atlet olahraga ekstrim seperti pelari maraton sudah familiar dengan kondisi itu. Olahraga memang akan menyebabkan mereka berkeringat sehingga menghilangkan baik air maupun elektrolit, termasuk sodium. Tetapi jika mereka minum banyak air dalam waktu singkat tanpa mengganti elektrolit yang hilang, kadar natrium pada darah dapat berpotensi mengancam nyawa.

4. Mitos: Air botol kemasan lebih aman dan sehat

Fakta: Air keran yang masak sebenarnya sudah sesuai dengan standar kesehatan dan persyaratan keselamatan. Dan, ini pun terus-menerus diuji sehingga dinilai aman untuk diminum. Adapun air minum kemasan sering kali berasal dari sumber yang sama persis seperti air keran.

Banyak air kemasan bahkan memiliki standar keselamatan lebih rendah daripada air keran. Belum lagi hargnya yang lebih mahal karena harus menyertakan sumber daya, pengiriman, dan penjualan. Minum air keran yang masak sebenarnya tak masalah, kok. Karena selain aman, murah, dan didapat dengan cara yang paling ramah lingkungan.

5. Mitos: Air membantu menurunkan berat badan
Fakta: Sebenarnya hal ini ada benarnya. Kembali ke mitos nomor 1, minum air yang bebas kalori dan bebas gula merupakan cara yang lebih baik untuk mendapatkan asupan cairan harian daripada meneguk minuman manis dan tinggi kalori seperti minuman ringan.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa minum setengah liter air sebelum makan dapat membantu kita makan lebih sedikit. Tapi kuncinya di sini adalah, bahwa kita sebenarnya perlu makan dengan porsi lebih sedikit, karena sesungguhnya air itu sendiri tidak mengurangi lemak di dalam tubuh.

Tentunya, tidak berarti minum air putih tidak lagi menjadi penting dan berguna untuk kesehatan. Namun, kita harus menyikapinya dengan seimbang. Bagaimanapun, air putih tentu lebih sehat dibanding minuman lain semacam kopi, teh, atau minuman ringan (soft drink) bila terlalu banyak mengandung gula di dalamnya.
Minuman bersoda, atau minuman manis lainnya menjadi "tidak sehat" bila gula tersebut di dalam tubuh kita pada akhirnya menjadi pemicu diabetes. Oleh sebab itu, minum air mineral (air putih) tetap lebih sehat untuk tubuh. 

Sumber : apakabardunia.com
no image

Saat jatuh cinta maka berbagai perasaan bercampur jadi satu sehingga dikenal dengan istilah berjuta rasanya. Salah satu hal yang dirasakan orang saat jatuh cinta adalah tidak nafsu makan, kenapa begitu?

Ketika sedang merasakan jatuh cita, seseorang akan mengalami perubahan kondisi hormonal yang membuat suasana hatinya bergejolak tidak karuan. Tidak hanya dari fluktuasi suasana hati, perubahan hormonal ini juga bisa diamati dari kondisi fisik.

http://www.lienaaifen.com/uploads/2011/08/tidak-nafsu-makan-ini-penyebabnya.jpg

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa pusat kesenangan di otak akan menyala ketika seseorang sedang jatuh cinta sehingga membuat orang seperti mabuk kepayang dan memiliki kegembiraan.

Ahli saraf menjelaskan orang yang tengah dimabuk asmara ini akan mengaktifkan bagian otak yang memicu terjadinya pelepasan hormon dopamin, feromon, norepinefrin atau adrenalin dan juga serotonin.

Zat kimia yang dilepaskan oleh tubuh akan akan membuat seseorang merasa sangat gembira, denyut jantung meningkat, sulit tidur dan yang pasti tidak nafsu makan, seperti dikutip dari MedIndia.

Selain itu ketika sedang jatuh cinta maka seseorang akan memikirkan orang lain yang dicintainya sehingga membuat seseorang terasa sulit menelan makanan yang membuatnya jadi tidak nafsu makan.

Meski begitu orang yang jatuh cinta tidak kekurangan energi meski ia tidak nafsu makan karena tubuh berada dalam taraf energi yang tinggi akibat pelepasan dopamin dan zat kimia lain. Tingkat energi yang tinggi ini juga membuat orang jadi sulit tidur dan selalu memikirkan orang yang dicintainya.

Reaksi-reaksi yang terjadi di tubuh ketika sedang jatuh cinta ini bisa mempengaruhi suasana hati menjadi lebih baik, membuat tubuh lebih waspada serta memudahkan terjalinnya kedekatan emosi dengan orang lain.

Sementara itu efek lain yang muncul di tubuh ketika seseorang sedang jatuh cinta adalah adanya perasaan tergila-gila, mabuk kepayang, kreatif dan gembira yang memberi efek positif.

Tapi efek positif ini akan menjadi tidak sehat dan berbahaya ketika jatuh cinta berubah menjadi obsesi atau sangat ketergantungan dengan perasaan sehingga timbul rasa tidak bisa hidup tanpa seseorang.

Sumber : apakabardunia.com
2011/12/13
no image

Apakah Anda termasuk orang yang khawatir akhir zaman akan tiba pada Desember 2012? Tenang saja, sejumlah pakar kebudayaan Maya menyatakan bahwa ramalan itu tidak ada.

Para pakar ini ingin meluruskan anggapan dan keyakinan bahwa bangsa Maya kuno telah meramalkan dunia akan kiamat pada akhir tahun depan.

http://image.tempointeraktif.com/?id=75958&width=475

Kalendar Maya hanya menandai akhir siklus 5.126 tahun sekitar 12 Desember 2012, yang akan membawa kembalinya Bolon Yokte, dewa Maya yang diasosiasikan dengan perang dan penciptaan.

Seniman sekaligus penulis, Jose Arguelles, adalah orang yang pertama kali melontarkan gagasan kiamat berdasarkan kalendar Maya. Namun pertemuan para pakar di kota Maya kuno di Meksiko Selatan menyatakan kalendar itu hanyalah pertanda berakhirnya satu periode penciptaan dan awal periode yang lain.

"Kami harus menjelaskan soal itu. Tak ada ramalan tentang 2012," kata Erik Velasquez, seorang pakar etsa di National Autonomous University of Mexico (UNAM). "Itu penafsiran yang keliru."

Institut Sejarah Antropologi Nasional di Meksiko telah mencoba memadamkan maraknya para peramal yang memprediksi datangnya kiamat berdasarkan penanggalan Maya. "Pemikiran orang Barat telah memutarbalikkan pandangan dunia tentang peradaban kuno seperti bangsa Maya," kata institut tersebut.

Dalam penanggalan Maya, penghitungan kalender panjang dimulai pada 3.114 SM dan dibagi ke dalam periode 394 tahunan yang disebut Baktun. Bangsa Maya menganggap 13 sebagai angka keramat dan Baktun ke-13 berakhir tahun depan.

Sven Gronemeyer, peneliti kode Maya dari La Trobe University di Australia, yang mencoba mengungkap makna penanggalan itu, menganggap apa yang disebut sebagai hari terakhir merefleksikan sebuah transisi dari satu era ke era berikutnya, yaitu kembalinya Bolon Yokte.

"Karena Bolon Yokte sudah pernah hadir pada hari penciptaan, tampaknya wajar saja bagi bangsa Maya bila Bolon Yokte akan datang lagi," ujarnya.

Institut itu menyatakan, dari sekitar 15.000 naskah glyphic resmi yang ditemukan di berbagai daerah yang sebelumnya merupakan kerajaan Maya, hanya dua yang menyinggung soal 2012.

"Bangsa Maya tidak memikirkan masalah kemanusiaan, pemanasan global, atau memprediksi kutub akan berfusi menjadi satu," kata Alfonso Ladena, dosen dari Complutense University of Madrid. "Kitalah yang memproyeksikan kekhawatiran kita pada mereka."

Sumber : apakabardunia.com